Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2020

Bertemu Bandung (3.1)

"Bergerak diiringi nada, kala muda di Saparua Lantas, reguk secangkir senja di Dago Pakar Kerlip lampu di kejauhan tampak dari Caringin Tilu Atau, mari berburu kabut di Lembang sana..." -Fiersa Besari, Bandung Ahad, 19 Januari 2020 Mata saya separuh terbuka. Sejenak bingung. Di mana ini? Oh ya, di Bandung. Menoleh ke samping, ada Almira yang masih terlelap dengan selimut kesayangannya. Melongok jam di layar ponsel, rupanya sudah merapat di angka lima kurang limabelas. Pukul lima pagi di Bandung masih segelap pukul empat. Udara di Bandung mengingatkan saya pada Kota Batu. Tapi Bandung masih lebih dingin. Dan saya suka cuaca seperti ini. * Beberapa menit kemudian, terdengar gedoran pelan dari luar. Wajah Mas Dito muncul dari balik pintu yang sedikit terbuka. "Eh, Dik Din sudah bangun." ucapnya sambil nyengir. Saya mengiyakan. Rupanya Mas Dito sudah terjaga sejak satu jam lalu. Sambil menggosok-gosok mata, saya menuju dapur. Mas Dito tampak sibuk di sa

Bertemu Bandung (2)

Sabtu, 18 Januari 2020 "Selalu aku ingin Kembali aku ke sini Ke Bandung kota yang terindah Tempat kita berjanji..." -Kahitna, Kembali ke Bandung Sekitar setengah jam kemudian, Mas Daffa datang bersama mobil yang kami sewa. Jalanan di sekitar Stasiun Kiaracondong macet cukup parah hari itu. Namun, Mas Daffa tampak sudah lihai menghadapi situasi itu. Kami bisa melaluinya dalam waktu tak terlalu lama. Perut kami mulai dililit lapar. Tetapi kendaraan masih mengular. Kami jadi bingung harus menjatuhkan pilihan pada warung yang mana. Mobil masih terus melaju, saat tiba-tiba mata kami tertuju pada sebuah plang nama restoran cepat saji. Mobil pun mengarah masuk ke sana. Tak apalah, daripada makin bingung dan lapar. * Mobil tancap gas lagi. Saya tak terlalu memperhatikan menuju arah mana. Sebab, mata saya telanjur fokus pada panorama Bandung di balik jendela. Masih sedikit tak percaya, akhirnya saya benar-benar sampai di Bandung hari ini. Kemudian, mobil berbelok ke gerb

Bertemu Bandung (1)

Usai lewati hari-hari yang membosankan, juga peluh dan airmata yang mengabarkan lelahnya raga, akhirnya perjalanan ini terjadi juga. Ya, saya akan pergi ke Bandung. Bersama adik dan empat sepupu saya. Kami sudah merencanakan perjalanan ini sejak Desember tahun lalu. Awalnya, kami akan berangkat pada Rabu malam tanggal 8 Januari, dan pulang pada Ahad, 12 Januari. Namun, karena ada sejumlah urusan yang belum beres, maka tanggal keberangkatan pun diundur. * Saya merasa cukup patah hati saat itu. Beragam pikiran mulai padati benak. Bagaimana nanti kalau akhirnya batal? Ah, padahal saya sudah merancang rencana, siapkan perbekalan, juga membuat playlist lagu khusus untuk didengarkan sepanjang perjalanan. Agak berlebihan, memang. Tapi saya memang sangat excited menyambut perjalanan ini. Sebab, selain Malang dan Yogyakarta, Bandung juga jadi kota favorit saya. Setelah menunggu cukup lama, diputuskanlah tanggal keberangkatan kami. Salah satu sepupu saya, Mas Dito, bahkan sudah mem

Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini : Hidup Tak Hanya tentang Bahagia

Judul : Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini Aktor : Rio Dewanto, Sheila Dara, Rachel Amanda, Donny Damara, Susan Bachtiar, Ardhito Pramono, Oka Antara, Niken Anjani, Sivia Azizah, Umay Shahab, dll. Skenario : Jenny Jusuf, Angga Dwimas Sasongko, Melarissa Sjarief Sutradara : Angga Dwimas Sasongko Produksi : Visinema "Gimana caranya bahagia, kalau sedih aja nggak tahu rasanya kayak apa?" -Angkasa, kepada Narendra Inilah kisah keluarga Narendra dan Ajeng yang terlihat sempurna. Baik-baik saja. Bahagia. Narendra memang menekankan pada ketiga anaknya, bahwa hidup ini baik-baik saja. Menyenangkan. Tak ada yang perlu disedihkan. Anak pertamanya, Angkasa, bekerja di sebuah event organizer . Si anak tengah, Aurora, punya bakat hebat di bidang seni instalasi. Sedangkan si bungsu, Awan, tengah magang di sebuah firma arsitektur. * Sejak kecil, Angkasa sudah diberi mandat oleh sang ayah; menjaga adik-adiknya, terutama Awan. Hingga ia dewasa, ini

Imperfect; Perjalanan Menuju Penerimaan Diri

Judul : Imperfect: Karier, Cinta, dan Timbangan Aktor : Jessica Mila, Reza Rahadian, Yasmin Napper, Boy William, Shareefa Danish, Dewi Irawan, Karina Suwandi, Asri Welas, Dion Wiyoko, dll. Skenario : Ernest Prakasa dan Meira Anastasia Sutradara : Ernest Prakasa Produksi : Starvision Plus "Lu ngga perlu lipstik untuk jadi berwibawa, yang penting itu isi pikiran lu." -Fey, kepada Rara Akhirnya saya berkesempatan nonton film ini, 16 hari setelah tanggal perilisannya. Beberapa hari sebelum diluncurkan, saya pun mendapatkan bukunya yang ditulis oleh Meira Anastasia. Secara garis besar, buku ini berisi pengalaman pribadi Meira mendapat komentar-komentar pedas dari sejumlah orang terkait penampilan fisiknya. Ya, Meira yang berambut pendek dan riasan wajah sederhana dinilai kurang pas sebagai seorang istri Ernest Prakasa. Belum lagi tubuhnya yang dibilang kurang langsing. Meira sempat merasa sangat down dengan ini semua, hingga ia memaksa

Cerita Kedai Kopi (2) - Senyawa Kopi

Sebenarnya, tempat inilah yang pertama kali mengenalkan saya pada dunia per-kafe-an, per-kopi-an, hingga akhirnya miliki rutinitas ngafe setiap akhir pekan. Hari itu Ahad, di bulan November 2016. Saya lupa tanggal berapa. Kala itu seminggu sebelum hari H launching antologi cerpen Jejak-Jejak Kota Kecil. Saya menuju tempat ini, bersama sejumlah teman FLP. Saat itu namanya masih Philokoffie. Persis kata kawan saya saat itu, kafe yang terletak di Jalan Dr. Sutomo 02 ini tak hanya menawarkan aneka varian kopi dan minuman lainnya beserta kudapan kecil. Di tempat ini ada beragam buku, juga kehangatan dan ramah-tamahnya Mbak Na dan Mas Kharis. Philokoffie pun saya nobatkan sebagai Rumah Kedua, dan tak absen saya kunjungi tiap Ahad tiba. * Namun, di akhir 2017, saya mendapat kabar bahwa Mbak Na sudah mengundurkan diri dari sana. Padahal, Mbak Na merupakan salah satu founder Philokoffie. Tersebab itu, tempat ini pun harus berganti nama. Senyawa Kopi. Sejak itu, saya memang tak l