Membiasakan Sendirian (2)




Tapi, begitulah orangtua. Rasa cemasnya tak kunjung hilang, meski sudah berulangkali coba ditenangkan. Di usia saya yang sudah kepala tiga ini, misalnya. Kadang, mereka masih ingin mengantar, jika saya akan pergi ke suatu tempat. Tentu saja, saya enggan menerima tawaran itu. 

"Nanti uangmu habis loh," begitu canda mereka yang saya balas tawa. Lalu berkelakar, "Kalau ingin menambah uang saku buat saya, boleh saja." Hahaha... 

Bukannya saya tidak patuh pada orangtua, atau bermaksud melawan mereka. Bukan sama-sekali. Saya hanya merasa, inilah saatnya beliau berdua "beristirahat" dari rutinitas yang telah mereka lakukan selama bertahun-tahun. Ya, mengantar saya. 

Sudah saatnya mereka menikmati waktu berdua, dengan bervakansi atau istirahat di rumah. 

*** 

Hadirnya Grab di kota ini jadi salah satu hal yang paling saya syukuri. Berkat ojek berbasis aplikasi itu, saya jadi tak terlalu bergantung lagi pada orang-orang di rumah. Apalagi sejak adik saya berkuliah di Malang dan kemudian menikah. 

Kini, Grab Bike-lah kawan baru itu, yang menemani ke manapun. Destinasi saya tak pernah terlalu jauh, paling hanya ke sejumlah kedai langganan atau ke rumah teman. Meski cara saya naik ke motor masih cukup memakan waktu (dan kadang merepotkan), untunglah sampai saat ini saya selalu mendapat driver yang baik. 

*** 

Travel pun masih jadi teman hingga sekarang. Jika ada waktu libur yang cukup panjang, saya akan ke Malang naik travel. 
Bicara tentang travel, sebenarnya saya sempat merasa canggung saat pertama kali jadi penumpangnya. Ya, di tahun 2012 itu. Satu mobil dengan sopir dan para penumpang lain yang tak dikenal, ternyata sempat terasa aneh. 

Namun, seiring berjalannya waktu, saya makin terbiasa dengan suasana di travel. Tinggal siapkan saja permen, air putih, juga ponsel yang memutar daftar lagu kesukaan. Eh, jangan lupa kabel earphone-nya juga. Oh ya, tetap jaga pula barang penting yang dibawa. Serta, usahakan jangan tidur saat kita menumpang travel sendirian. Ya, sekadar untuk berjaga-jaga saja. 

*** 

Cara memesan travel pun cukup mudah.
Simpan nomor Whatsapp-nya. Kemudian, cek jadwal keberangkatan yang selalu diposting setiap harinya. Tentukan hari dan jam keberangkatanmu.
Hubungi nomor Whatsapp-nya, masukkan data, dan lakukan pembayaran. Bisa melalui transfer atau cash pada saat kamu sudah tiba di tujuan.
Pada hari H, kamu akan dijemput dan diantar tepat ke tempat tujuan. Sederhana, kan? 

*** 

Baru-baru ini, si travel langganan itu menemani saya dalam dua momen istimewa. Yang pertama, menuju Malang demi menghadiri Gala Premiere film Buya Hamka, dan menuju Malang lagi untuk menghabiskan waktu liburan dan Lebaran di sana. Sampai saat saya menulis ini, rasanya masih tak menyangka, Ayah bisa memberi ijin semudah itu. 

Masih tergambar jelas di kepala, betapa leganya saya saat menemukan nomor kursi di dalam studio. Lalu, seketika, seisi hati berubah jadi asing saat Almira pamit dan berkata akan menunggu di luar. 

Ternyata, saya baik-baik saja. Meski mereka di kanan, kiri, depan, dan belakang datang bersama teman dan keluarganya. Ternyata sendirian tidak terlalu buruk. Saya tetap bisa menikmati filmnya dan keluar studio dengan hati yang penuh. 

Selepas nonton, Almira dan suaminya menemani saya menunggu travel yang akan menjemput di sekitaran mall. Tak lama kemudian, travel pun tiba dan menuju Blitar di jam tujuh malam. Saat itu, hanya ada dua penumpang, termasuk saya. Tapi tak masalah. Asal tetap waspada saja. 

Hampir senada saat saya kembali ke Malang sebulan kemudian. Tiga hari menjelang Lebaran, saya berangkat selepas Subuh. Dan rupanya, dalam rute Blitar-Malang jam itu, hanya saya penumpang satu-satunya. Hehehe. 

*** 

Masih ada satu lagi yang ingin saya coba. Ya, naik kereta api sendirian. Masih lekat pula dalam ingat, Januari 2020 lalu, saya sempat menuju Bandung naik kereta api. Kala itu bersama para sepupu. 

Jika saat itu berenam, lain kali saya ingin coba berdua atau sendirian saja. Tak perlu jauh-jauh ke Bandung, cukup ke Malang, Solo, atau Jogja saja. Ingin sekali saya merasakan pengalaman itu. 

Membiasakan sendirian memang tak mudah di awal. Namun, akan terbiasa menikmatinya seiring waktu. Sebab, tak selamanya orang-orang tersayang itu ada di samping kita. Tentu akan ada pula saatnya lelah dan ingin menyerah dengan kesendirian itu. Tapi percayalah, Tuhan selalu beri kekuatan.[] 

20 Mei 2023

Nb. Foto pelengkap ini adalah tangkapan layar dari aplikasi Spotify. Saat mendengarkan lagu Coldplay ini, saya tersentak di bagian lirik ini.

Posting Komentar

1 Komentar

  1. Pada akhirnya kita semua akan sendirian. Semangat Mbak Dinda 💪

    BalasHapus