Langsung ke konten utama

Empat Tanggal di Agustus (4-habis)



Akhirnya, catatan ini memasuki akhir. Lembar nostalgia sampai pada ujungnya. Ya, ini masih berhubungan dengan ajang pencarian bakat favorit saya dahulu, Akademi Fantasi Indosiar.

Melanjutkan Konser Akademia Persahabatan Kita yang telah sukses dihelat pada 5 Agustus lalu, kanal YouTube Halaman Musik Rieka Roslan kembali menghadirkan alumni AFI dalam event-nya kali ini.

Namun, tidak seperti sebelumnya, kali ini alumni yang hadir hanya dua orang dan berasal dari AFI 2005. Rupanya, hadirnya Bojes di pagelaran di 5 Agustus lalu banyak menimbulkan tanya dari para penggemar, "Di mana Tiwi?" "Ayo dong, pertemukan dan kolaborasikan kembali Bojes dan Tiwi."



Bagi para pecinta AFI, khususnya AFI 2005, pasti masih ingat dengan dua akademia asal Jakarta dan Bandung ini. Bojes dan Tiwi memang menjadi dekat saat itu. Tak heran, aneka kabar bermunculan, berkata bahwa ada hubungan istimewa diantara mereka. Bahkan dulu, saat Tiwi harus tereliminasi, konon yang paling bersedih adalah Bojes.

Seusai ajang AFI, mereka berdua dibuatkan lagu duet oleh Rieka Roslan, berjudul Persahabatan Kita. Lagu tersebut sempat menduduki puncak tangga lagu di radio yang sering saya dengarkan, juga menjadi salah satu lagu andalan di album itu.

Malam itu, dengan balutan kaos bergaris dipadu rompi hitam, Bojes naik ke panggung dengan senyum khasnya. Rambut gondrong uniknya tampak semakin panjang, dan ada pula tatto yang memenuhi kedua lengannya.

Sedangkan Tiwi, masih semanis dulu. Rambut sebahunya dimodel keriting, berpadu dengan midi-dress putih lengan panjang. Mereka berdua bersama Rieka Roslan berdiri di panggung.

Cerita unik pada saat rekaman lagu ini langsung terlontar. Kata Rieka, dulu Tiwi sempat kesulitan mengucap huruf 'r'. Maka, ia minta pada Rieka untuk tidak memberikan lagu yang banyak pelafalan 'r'-nya. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Kemudian, saat take vokal, rupanya Bojes dan Tiwi melakukannya secara terpisah. Sebab, jika digabungkan dalam satu ruangan, mereka akan terlalu banyak bercanda. Hahaha...




Saat musik dimainkan dan suara mereka mulai mengisi, rasanya masih sama seperti 15 tahun lalu. Masih enak di telinga. Mereka juga punya kebiasaan unik jika akan berduet di panggung.
Yaitu, Tiwi harus berada di sisi kanan, sedangkan Bojes di kiri. Itu angle yang bagus di kamera, menurut mereka. Hahaha, ada-ada saja.

Rasanya gembira dan tak percaya, pasangan favorit saya di AFI 2005 ini bisa dipertemukan dan berduet kembali. Ini sungguh penutup yang sempurna dari empat tanggal sarat nostalgia.

Kini, Tiwi lebih sering berakting di sejumlah sinetron, juga telah berbahagia dengan suami dan anak semata wayangnya. Sedangkan Bojes, selain disibukkan dengan usaha kafe, ia pun baru melepas masa lajang pada 10 Oktober lalu, bertepatan dengan tanggal ulangtahunnya.

Sukses selalu, Bojes dan Tiwi! Semoga akan ada duet berikutnya di masa mendatang.[]

Oktober 2020
Adinda RD Kinasih

Pictures said:
1. Poster konser di kanal YouTube Halaman Musik Rieka Roslan. Sumber: Instagram @rockstaraudos
2. Bojes dan Tiwi saat di AFI 2005. Sumber: hot.detik.com.
3. Bojes, Rieka Roslan, dan Tiwi di panggung. Sumber: tangkap layar YouTube Halaman Musik Rieka Roslan.

Lagu Persahabatan Kita dapat didengarkan di sini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Empat Tanggal di Agustus (2)

Maaf, baru hari ini saya meneruskan catatan ini. Empat tanggal di bulan lalu masih berlanjut. Di bagian kedua ini, tanggal istimewanya adalah Rabu, 5 Agustus 2020. Masih seputar konser virtual, kali ini diselenggarakan oleh kanal YouTube Halaman Musik Rieka Roslan . Siapa yang tak kenal Rieka Roslan? Salah satu vokalis  band The Groove ini juga menjadi solois dan pelatih vokal untuk para peserta di sebuah ajang pencarian bakat. * Menuju puncak, gemilang cahaya Mengukir cita seindah asa Menuju puncak, impian di hati Bersatu janji kawan sejati Pasti berjaya di Akademi Fantasi... Masih ingat lagu ini? Ya, di medio 2003-2006, lagu ini terputar di sebuah stasiun teve setiap minggunya.  Ya, inilah Akademi Fantasi Indosiar (AFI). Saya adalah salah satu penonton setia ajang pencarian bakat ini kala itu. Sejak musim pertama hingga keempat, saya selalu punya jagoan masing-masing. * Di musim pertama, jagoan saya adalah Dicky (Surabaya), Romi (Bandung), Kia (Jakarta), Rini (Jakarta), da

Setiap Keberuntungan Punya Pemiliknya Masing-Masing

2 Juni 2018. Tanggal yang mungkin takkan pernah saya lupa seumur hidup saya. Mengapa? Tak perlu saya tuliskan lagi di sini, sebab semua sudah saya abadikan pada sejumlah tulisan, juga cerita lisan yang diulang-ulang. Namun, tanggal itu pulalah yang membuat batin saya campur-aduk. Gembira, bersyukur, tak menyangka, sekaligus menyesal dan merasa tinggi hati. *** Ya, sesaat saya merasa telah menyombongkan diri. Pertemuan tak terduga dengan penulis itu memang istimewa; tapi mungkin opini itu hanya berlaku untuk saya dan segelintir orang saja. Sisanya? Tak menutup kemungkinan, ada yang memendam iri, lalu bertumbuh jadi prasangka dan benci. *** Belakangan saya sadar, pertemuan itu hanya sebagian kecil dari "keberuntungan" saja. Lalu apa manfaatnya mengulang-ulang cerita yang telah diunggah ke tiga situs berbeda? Saya merasa bersalah. Memang tak ada salahnya membagi berita bahagia di segala macam sosial media. Tapi saya lupa, jika tak semua orang ikut senang dengan berita bahagia ya

Cerita Kedai Kopi (4) - Sade : Teh dan Kopi

Rasa penasaran saya akan tempat ini berawal dari sebuah akun Instagram. @sade.blt namanya. Hanya ada sebuah foto di daftar postingannya, bertuliskan "coming soon." Akhirnya, rasa penasaran itu berakhir pada Senin, di ujung Nopember. Tempat ini merayakan buka perdananya. Seluruh menu bisa dinikmati dengan 10 ribu rupiah saja. Saya tiba di sana tatkala malam hampir menggantikan senja. Senyum terbit di balik masker, seiring Mbak Na yang berdiri menyambut. Menunjukkan kursi kosong untuk saya tempati, juga sodorkan buku menu. Tadinya saya enggan memesan lebih dulu, namun kemudian mata saya tertarik pada menu bernama Nob-Nob . Ya, secangkir espresso hangat. Untuk camilannya, saya menjatuhkan pilihan pada sepotong pai keju. Tak lama berselang, kawan saya muncul dengan gamis dan jilbab hitamnya. Sweater rajut biru tak lupa dikenakan demi halau dingin dari gerimis yang menyapa. Setelah bersapa sejenak, ia segera menuju meja kasir untuk memesan. Sepotong kue red-velvet bersama