Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

CERPEN : Selesai(lah), Renjana

Tribute to Glenn Fredly. Rest in love, Legend! Malam hampir menuju angka 12. Tapi, kulihat kau tak kunjung menarik selimut dan mematikan lampu. Langkahmu justru agak terseok menuju dapur. Menjerang air di ketel. Menunggu ia berdesau dalam diam. Lalu perlahan, tanganmu meraih ponsel. Menyentuh layarnya beberapa saat. Tak lama, terdengar sebuah intro lagu, alun petikan gitar akustik nan merdu. Disusul suara sang penyanyi yang tak kalah indah. Senja merah di ujung sana Lelaki mengingat bijana Berselimutkan kabut mega Restu semesta membawamu *Bienvenue mon amour Sang Bijaksana Ah ya, aku pernah dengar suara ini. Belakangan ini, kamu memang kerap mendengarkan lagu-lagu karya orang ini. Konon, dia seorang musisi lawas negeri ini yang baru saja lelap dalam keabadian. Kabar itu sangat mengejutkan, membuatmu turut rasakan lara. Hari-harimu jadi sibuk akan pencarian rekam jejaknya di dunia maya. Menontoni semua video wawancara, konser, hingga mendengarkan lagu-lagunya. Ah, biasa

A Tribute and Review Note - Glenn Fredly 20 : Ramuan Kisah Cinta dari Belasan Tembang Romantis

Judul : Glenn Fredly 20 Penulis : Moammar Emka, Bernard Batubara, Gita Romadhona, Anggun Prameswari, dkk. Penerbit : EnterMedia, Jakarta Tebal Buku : 220 halaman Tahun Terbit : 2015 "Saat anak-anakku menjelma karya sastra..." -Glenn Fredly, 2015. Dari kutipan dalam buku "Glenn Fredly 20" Saya mendapatkan buku ini kemarin pagi. Di tengah tumpukan pekerjaan dan semangat yang hampir luruh, datangnya buku ini menjadi penambah energi yang ampuh. Awalnya, saya pikir buku berusia lima tahun ini adalah sebuah biografi. Ya, bukan tak mungkin, jika musisi sekaliber Glenn membuat biografi dirinya dengan menggandeng seorang penulis ternama. Tapi rupanya saya salah. Buku ini berisi 13 cerpen melankolis nan romantis karya 12 penulis. Judul-judul cerpen ini tentunya diambil dari sejumlah judul lagu hits Glenn yang terserak dalam-setidaknya lima albumnya, yakni Kembali (2000), Selamat Pagi Dunia (2004), OST. Cinta Silver (2005), Lovevolution (2010), dan Luka

Kejutan dari Korona

Sebuah virus dari negeri seberang mengguncang dunia sejak akhir Pebruari lalu. Awalnya banyak yang meremehkan, bahkan meyakini bahwa virus bernama cantik ini tak akan mampir ke negara mereka. Kenyataannya, Korona kini menyebar hingga ke penjuru dunia. Cara para negara menyambutnya pun berbeda-beda. Ada yang telah siap dengan ragam kebijakan dan stok pasokan untuk segala lini. Ada pula yang masih kelabakan dan tidak siap menghadapi. * Di Indonesia sendiri, kelangkaan hand sanitizer dan masker terjadi sejak awal kedatangan Korona. Dua barang ini mendadak berharga sangat tinggi di pasaran. Satu persatu pasien bermunculan, baik yang disebut ODP, PDP, hingga akhirnya benar-benar terserang Korona. Mulai akhir Maret lalu, pemerintah Indonesia pun menerapkan kebijakan Physical dan Social Distancing ; yakni pembatasan fisik dan interaksi sosial. Sejak saat itu, orang mulai mengakrabi sunyi. Rumah seakan jadi tempat satu-satunya di bumi. Jangankan bertemu kawan, kita pun sudah mulai