Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2020

Bertemu Bandung (5)

Dan Bandung Bagiku bukan cuma Urusan wilayah belaka Lebih jauh dari itu Melibatkan perasaan Yang bersamaku ketika sunyi -The Panasdalam Bank feat. Danilla, Dan Bandung Selasa, 21 Januari 2020 Pagi yang gerimis di Kota Bandung. Seisi apartemen dengan pendingin udaranya terasa makin menggigilkan tubuh. Selepas membersihkan diri, saya membuka pintu kaca menuju balkon. Di sana ada sepasang kursi rotan dengan sebuah meja di tengahnya. Saya berdiri dengan berpegangan pada balkon, dan agak menunduk, melihat ke bawah. Tampak seorang gadis berseragam putih-biru berjalan keluar halaman apartemen, menyambut driver ojek online yang sudah menunggunya. Saya tersenyum. Kalau saja dulu di masa saya sekolah sudah ada ojek online , pasti rutinitas pagi saya tak jauh berbeda dengan gadis itu. Dari balkon lantai 10 ini, saya dapat melihat deretan rumah penduduk yang hanya terlihat atapnya, dan rel kereta api. Apartemen ini memang tak terlalu jauh dari stasiun Kota Bandung. * Sekitar j

Bertemu Bandung (4.2)

"Menjejaki trotoar Braga, melihat pelukis jalanan Menggoreskan cerita tentang canda dan tawa Bermain aku di taman kota, menikmati renjana yang membiru, Aku terpikat berulang kali oleh sejuta pesonamu Di kota ini aku temukan rangkuman persahabatan dan rasa cinta..." -Fiersa Besari, Bandung Ini masih Senin, sekitar pukul dua siang. Jalanan Kota Bandung masih cukup padat. Mobil kami ikut ambil bagian dalam kepadatan itu, menuju sebuah universitas di kawasan Dayeuhkolot. Ya, kami mengantar Mas Daffa yang memang ada kelas hingga usai Maghrib nanti. Setelah berpamitan sejenak, Mas Daffa berlalu menuju kelasnya. Mas Hilmy yang kini berada di balik kemudi. Destinasi selanjutnya adalah Pasar Baru, yang konon menjadi pusat jual beli aneka barang dan oleh-oleh khas Bandung. Inilah saatnya saya menentukan jalan sendiri. Saya akan menuju ke tempat lain demi bertemu seseorang. * Mobil berhenti di tepi jalan yang cukup macet. Sepertinya tak akan bisa dilalui dengan cepat.

Bertemu Bandung (4.1)

"Roses blooming pretty People say that home is where the heart is It's a place with so much history Friendly Bandung city Holds the past of ancient glories And a thrilling future mystery..." -Mocca, Bandung Senin, 20 Januari 2020 Pagi di Casa Lembang terasa sejuk dan menenangkan. Sejak terjaga Subuh tadi, saya sudah naik ke lantai dua. Ternyata ada Mas Dito di sana, serius menyimak siaran berita di televisi. Saya mengambil tempat di sisi jendela, sembari membukanya agak lebar. Hawa segar langsung menembus hidung dan paru-paru, terasa melegakan. Setengah jam kemudian, saya turun untuk mandi. Seperti kemarin, saya memperhatikan deretan poster film di tembok samping tangga. Rasanya masih tetap penasaran dengan pemilik tempat ini. Sekitar pukul setengah tujuh, Mas Daffa dan Mas Hilmy pergi dengan mobil. Mereka kembali tak lama kemudian, dengan beberapa porsi lontong sayur, serta sekotak kue serabi untuk sarapan kami. * Saya kembali duduk di tangga, iseng membaca tulisan yang

Bertemu Bandung (3.2)

" If you get lost, you can always be found Just know you're not alone 'Cause I'm going to make this place your home..." -Home, Phillip Phillips Masih di hari yang sama, Ahad, 19 Januari. Mobil kami memasuki sebuah pelataran. Ada tiga rumah di sekelilingnya. Seorang wanita berjilbab menyambut kami ramah, Bu Dede namanya. Mungkin ini pemilik villanya, batin saya menduga. Saya keluar dari mobil paling akhir, kemudian mengikuti langkah mereka yang sudah lebih dulu masuk rumah. Duduk sejenak di teras untuk melepas sepatu, saya dibuat penasaran dengan isi rumah ini. Sepertinya artistik dan menarik. Suara para sepupu saya terdengar riuh-rendah, menyoal pembagian kamar, juga minta tolong difotokan. Foto? * Saya melangkah ke dalam, dan memandangi sekeliling dengan senyum lebar. Villa ini keren, itu yang terucap dari benak. Pantas saja jika para sepupu sibuk berfoto. Di sisi kanan pintu ada sebuah meja dengan empat kursi. Ada dua kamar yang bersebelahan di sisi kiri. Kamar