Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2020

Terjerat Pesona Nicholas Saputra

Judul di atas mungkin memang terkesan berlebihan, bahkan untuk diri saya sendiri. Dan tentu, pembaca sudah bisa menebak, siapa yang akan mendominasi isi catatan ini. Tapi inilah yang sesungguhnya. Saya memang sedang sangat menyukai aktor satu ini. Semua berawal dari diri saya yang haus hiburan. Ya, karena kini saya sudah jarang pergi keluar, apalagi bertemu kawan. Maka, saya membeli paket Disney+ Hotstar agar bisa temui dan saksikan film-film kesukaan. Meski koleksi film lokal Disney+ didominasi karya lama, itu sudah lebih dari cukup untuk mengusir kepenatan. Platform ini jugalah yang membawa saya kembali menelisik kisah Rangga dan Cinta dalam dua sekuel filmnya. Rupanya saya terlalu rindu pada karya Mira Lesmana ini, hingga tak bosan menontonnya berulangkali. Ya, entah sudah berapa kali saya memutar Ada Apa dengan Cinta. Satu-dua-satu-dua, begitu terus. Hingga saya hafal hampir setiap adegan, lagu, bahkan sejumlah dialog, khususnya antara Rangga dan Cinta. Keanehan mulai munc

Empat Tanggal di Agustus (4-habis)

Akhirnya, catatan ini memasuki akhir. Lembar nostalgia sampai pada ujungnya. Ya, ini masih berhubungan dengan ajang pencarian bakat favorit saya dahulu, Akademi Fantasi Indosiar. Melanjutkan Konser Akademia Persahabatan Kita yang telah sukses dihelat pada 5 Agustus lalu, kanal YouTube Halaman Musik Rieka Roslan kembali menghadirkan alumni AFI dalam event- nya kali ini. Namun, tidak seperti sebelumnya, kali ini alumni yang hadir hanya dua orang dan berasal dari AFI 2005. Rupanya, hadirnya Bojes di pagelaran di 5 Agustus lalu banyak menimbulkan tanya dari para penggemar, "Di mana Tiwi?" "Ayo dong, pertemukan dan kolaborasikan kembali Bojes dan Tiwi." Bagi para pecinta AFI, khususnya AFI 2005, pasti masih ingat dengan dua akademia asal Jakarta dan Bandung ini. Bojes dan Tiwi memang menjadi dekat saat itu. Tak heran, aneka kabar bermunculan, berkata bahwa ada hubungan istimewa diantara mereka. Bahkan dulu, saat Tiwi harus tereliminasi, konon yang paling bersedih adal