Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2012

Kali Ini Tentang Inspirasi...

Hei kau ekspresikanlah, dirimu seperti yang kau mau -Bondan & Fade 2 Black- Kali ini tentang inspirasi. Bicara inspirasi, ia bisa datang dari mana pun, dan didatangkan oleh siapa pun. Mungkin tak harus oleh orang sukses yang berdasi, yang menghuni gedung bertingkat-tingkat. Inspirasi bahkan bisa muncul di jalanan, dari seorang bocah kumal pemetik gitar kecil di lampu merah. Hari ini, 23 November, menjadi hari penuh inspirasi buatku. Sebelum tanggal ini kulalui pun, sudah banyak sosok dan hal yang dahsyat menginspirasi bagi hidupku. Banyak sekali. Mayoritas dari sosok-sosok “istimewa” yang sanggup melawan kerasnya hidup, bahkan mencipta prestasi di tengah dunia yang penuh kesempurnaan semu. Ada Hee Ah Lee, gadis asal Korea yang terlahir 27 tahun lalu. Ia mempunyai empat jari tangan, masing-masing dua pada setiap tangan. Dan dengan kaki yang hanya sebatas lutut! Tapi, di tengah kondisi fisiknya itu, dia mahir memainkan rangkaian nada lewat tuts-tuts piano. Dia menguasai hampir semua

Untukmu, Sahabat...

Tak perlu dengar kata mereka Teruslah berjalan.... -Peterpan, Melawan Dunia-   Beberapa malam ini aku hanya terpaku, terbisukan waktu. Menghadapi teka-teki tiap orang yang bertubi-tubi datang padaku. Ada banyak yang kuterima belakangan ini. Pujian, teguran, penghakiman, bahkan makian, seakan sangat berhasil mendera diri. Ada teka-teki rumit yang disuguhkan seorang sahabat, sejak beberapa hari lalu. Karena sakit mendadak yang menyerang sang ayah, memaksanya menjadi pribadi 'berbeda'. Sebuah keterkejutan bagiku. Dan harus memaksaku kepo dan berkata, "Ada apa denganmu?"  Hahaha, layaknya Ariel saja.... Tapi akhirnya, kekagetan itu berangsur jadi sebuah kepahaman. Setidaknya, berusaha mengerti dengan keadaannya sekarang, yang memaksanya berubah. Aku bukan siapa-siapanya yang harus ikut repot dengan segala keputusan yang ia ambil. Itu hidupnya.... Hanya cukup kudoakan saja.... Hanya saja, sebuah penghakiman tiba-tiba datang, layaknya sebuah bom membumihanguskan tembok pik