Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2015

Membuka Kembali Enam Tahun Merah Putih (Tentang Gumpalan Rindu yang Terobati)

Tadinya, lembar putih ini ingin kuisi dengan serangkum rindu yang menjelma luka. Banyak orang bilang, rindu adalah rasa paling indah. Ya, indah, tapi tak lama. Ketika rindu itu sudah makin bertumpuk, tanpa segera bisa dikurangi, maka bersiaplah untuk terluka. Siapa yang bisa tahan akan gelegak rindu yang sudah tak sabar ingin disembukan? Ya, rindu sedang memberati benakku, membebani hatiku. Beberapa minggu kemarin, ada kecewa yang sejenak datang padaku. Kecewa tersebab janji yang batal, karena tak adanya satu kata sepakat. Hingga akhirnya ia berhasil membuatku berhenti berharap. Baiklah. Mungkin bukan hari ini, bukan minggu ini, bukan bulan ini, bukan di momen ini. Sepertinya aku harus bersiap menerima gundukan rindu berikutnya, lalu menahannya, hingga tiba saatnya diruntuhkan. Dan selama itu, berusaha kuhibur diriku, melipur rindu itu dengan cara-cara yang kupikir bisa meredamnya. Tapi ternyata mengusirnya tak semudah yang kukira. Ah, ayolah… rupanya rindu ini sudah tak sabar ingin s