Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2016

Tentang Dua Lelaki Kecil Bermata Sipit dan Segumpal Ingatan yang Turut Hadir

Lelaki Kecil Bermata Sipit (1)* Pukul 22.00 Aku membuka penutup gelas karton itu perlahan. Uap panas mengepul, disertai aroma khas kopi hitam. Malam itu, di Kota Malang, pada sebuah restoran cepat saji. Aku duduk menghadap segelas kopi hitam. Minuman yang beberapa menit lalu sangat kuingini, tapi detik ini justru kusesali karena telah memesannya. Tapi, mau tak mau aku harus meminumnya. Mengingat struk pembayaran dan kembalian atas kopi ini telah tergeletak di meja ini juga. Kuseruput pelan, dan dahiku mengernyit menahan pahit. Kopi ini tetap saja pahit, meski aku sudah menambahkan sebungkus gula. Itu tak cukup. Setidaknya, harus disediakan lima sachet gula untuk memaniskan kopi ini. “Papa! Ayo mainan di sana!” Pandanganku teralih ke arah sumber suara khas yang lucu itu. Pemiliknya seorang bocah lelaki berusia sekitar dua tahun, berbaju biru, dan bermata sipit, yang tengah berada dalam gendongan lelaki tigapuluh tahunan. Namun, sang ayah hanya menoleh sekilas ke areal bermain yang terda