Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2014

Runner Up Buat Si Metal Arabian

Indonesian Idol. Ajang pencarian bakat terbesar ini kembali lagi, menggenapi 10 tahun kehadirannya di televisi, sejak 2004. A Decade of Dreams, itulah tagline -nya untuk tahun ini. Seperti biasa, Idol selalu berhasil menyedot perhatian sebagian besar orang. Tercatat, 250.000 orang lebih mengikuti audisinya di beberapa kota besar di Indonesia. A Decade of Dreams. Kalimat ini bukan sekadar slogan, tapi memang sebuah kenyataan, bahwa ajang ini telah berhasil mewujudkan mimpi banyak orang. Sebut saja Delon, Mike, Judika, Ihsan, Rini, Citra, Dirly, Giselle, Regina, Sean, dan lainnya, dikenal banyak orang lewat Idol. Ada yang mendapat kesempatan main film dan sinetron, bergabung dalam sebuah band, bahkan berkolaborasi dengan artis mancanegara. Bukan hanya itu. Idol juga telah melahirkan bakat-bakat baru, dengan keunikan dan karakternya masing-masing. * Memasuki tahun kesepuluh-nya, Indonesian Idol semakin ketat dalam memilih para kontestan yang layak berposisi di 13 besar. Juri tahun ini pu

Membuka Enam Tahun Merah Putih 3 (A Cheerful Laugh for Our Army)

This is for you, Mr. Army. Hope you’ll get well soon…  Sore itu, aku kembali asyik dengan ponsel, mengobrol dengan beberapa sahabat merah putih lewat BBM. Salah satunya, Donny, yang kebetulan saat itu sedang cuti dari tugasnya di Angkatan Darat dan pulang ke Blitar. Beberapa hari ini, aku cukup sering bercakap dengannya. Sebenarnya hanya untuk meminta kontribusi idenya dalam cerpen yang sedang kugarap, hehehe. Beberapa kali ia mengajukan idenya, namun bagiku kurang pas. Begitu pula usulanku yang menurutnya tidak cocok. Dan di 28 April lalu, aku menderingkan BBM-nya lagi, masih untuk membahas cerpenku. Namun, tak seperti hari-hari sebelumnya, Senin sore itu Donny memberi jawaban yang aneh bagiku. ”Dinda, aku nggak paham. Maaf ya, badanku lagi nggak enak banget nih…” Begitu yang tertulis di kotak obrolan BBM-ku. Aku mengernyitkan dahi. Ada apa dengan lelaki yang biasanya ceria ini? Apa dia sakit? *                 Penasaranku berubah jadi cemas, saat esoknya kubuka BBM-ku dan mene