Langsung ke konten utama

Empat Tanggal di Agustus (3)



Kisah empat tanggal istimewa di bulan lalu belum usai. Jika kemarin saya diajak bernostalgia bersama para alumni AFI, kali ini saya kembali melunasi rindu pada penampilan Afgan.

Ya, di 9 Agustus, sebuah situs pembelian tiket memutar kembali konser Afgan. Konser yang sebelumnya telah digelar pada 2019 ini merupakan sebuah selebrasi 10 tahun Afgan berkarya di industri musik.

Konser yang bertajuk Rewind to DEKADE Afgan ini diputar kembali untuk mengobati rasa rindu para penggemar, termasuk saya, tentunya. Meski siaran ulang ini masih tetap dipungut biaya, saya tak masalah. Afgan sudah terlalu lama tak terlihat di layar kaca. Konser off-air pun jarang sejak pandemi ini.

Seperti setahun lalu, saya memilih harga tiket termurah, yakni 50 ribu. Pukul 19.20, saya sudah siap di depan laptop. Tanpa mengenakan atribut khas Afgan, hanya bermodalkan senyum lebar. Hehehe.

Namun, tidak seperti tahun lalu, siaran ulang konser ini hanya menampilkan Afgan bernyanyi lagu-lagu hitsnya saja. Sementara, di tahun lalu, ada saat Afgan berduet dengan Marion Jola, juga meng-cover lagu Masih Ada milik Dian Pramana Putera.

Dalam Rewind to DEKADE kali ini, setidaknya ada 10 lagu yang disenandungkan Afgan. Beberapa diantaranya adalah Kunci Hati, Sadis, Terimakasih Cinta, Bukan Cinta Biasa, Sudah, Lenggang Puspita, dan Pesan Cinta. Di lagu Pesan Cinta, tiga keponakan Afgan ikut naik panggung sambil membawa bunga untuk paman mereka. Keyla, Naema, dan Alessandra kompak memakai rok hitam. Tingkah lucu mereka menggemakan tawa saya sesaat.

Selain itu, jelang akhir konser, Afgan memperkenalkan seluruh personel band-nya. Alangkah senangnya saya saat tahu bahwa Ray Prasetya bersama gebukan drum-nya pun ikut berpartisipasi dalam konser ini.

Thanks for re-ran this concert. Saya gembira bisa menontonmu tampil live, Gan. Sebab, buat saya, pertunjukan langsung selalu punyai kejutan dan istimewanya sendiri. Seperti dari improvisasi suara, koreografi, aransemen musik, juga kolaborasi. Ditunggu konser-konsermu selanjutnya, Gan! Virtual pun tak apa.[]

September 2020
Adinda RD Kinasih

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Empat Tanggal di Agustus (2)

Maaf, baru hari ini saya meneruskan catatan ini. Empat tanggal di bulan lalu masih berlanjut. Di bagian kedua ini, tanggal istimewanya adalah Rabu, 5 Agustus 2020. Masih seputar konser virtual, kali ini diselenggarakan oleh kanal YouTube Halaman Musik Rieka Roslan . Siapa yang tak kenal Rieka Roslan? Salah satu vokalis  band The Groove ini juga menjadi solois dan pelatih vokal untuk para peserta di sebuah ajang pencarian bakat. * Menuju puncak, gemilang cahaya Mengukir cita seindah asa Menuju puncak, impian di hati Bersatu janji kawan sejati Pasti berjaya di Akademi Fantasi... Masih ingat lagu ini? Ya, di medio 2003-2006, lagu ini terputar di sebuah stasiun teve setiap minggunya.  Ya, inilah Akademi Fantasi Indosiar (AFI). Saya adalah salah satu penonton setia ajang pencarian bakat ini kala itu. Sejak musim pertama hingga keempat, saya selalu punya jagoan masing-masing. * Di musim pertama, jagoan saya adalah Dicky (Surabaya), Romi (Bandung), Kia (Jakarta), Rini (Jakarta), da

Setiap Keberuntungan Punya Pemiliknya Masing-Masing

2 Juni 2018. Tanggal yang mungkin takkan pernah saya lupa seumur hidup saya. Mengapa? Tak perlu saya tuliskan lagi di sini, sebab semua sudah saya abadikan pada sejumlah tulisan, juga cerita lisan yang diulang-ulang. Namun, tanggal itu pulalah yang membuat batin saya campur-aduk. Gembira, bersyukur, tak menyangka, sekaligus menyesal dan merasa tinggi hati. *** Ya, sesaat saya merasa telah menyombongkan diri. Pertemuan tak terduga dengan penulis itu memang istimewa; tapi mungkin opini itu hanya berlaku untuk saya dan segelintir orang saja. Sisanya? Tak menutup kemungkinan, ada yang memendam iri, lalu bertumbuh jadi prasangka dan benci. *** Belakangan saya sadar, pertemuan itu hanya sebagian kecil dari "keberuntungan" saja. Lalu apa manfaatnya mengulang-ulang cerita yang telah diunggah ke tiga situs berbeda? Saya merasa bersalah. Memang tak ada salahnya membagi berita bahagia di segala macam sosial media. Tapi saya lupa, jika tak semua orang ikut senang dengan berita bahagia ya

Cerita Kedai Kopi (4) - Sade : Teh dan Kopi

Rasa penasaran saya akan tempat ini berawal dari sebuah akun Instagram. @sade.blt namanya. Hanya ada sebuah foto di daftar postingannya, bertuliskan "coming soon." Akhirnya, rasa penasaran itu berakhir pada Senin, di ujung Nopember. Tempat ini merayakan buka perdananya. Seluruh menu bisa dinikmati dengan 10 ribu rupiah saja. Saya tiba di sana tatkala malam hampir menggantikan senja. Senyum terbit di balik masker, seiring Mbak Na yang berdiri menyambut. Menunjukkan kursi kosong untuk saya tempati, juga sodorkan buku menu. Tadinya saya enggan memesan lebih dulu, namun kemudian mata saya tertarik pada menu bernama Nob-Nob . Ya, secangkir espresso hangat. Untuk camilannya, saya menjatuhkan pilihan pada sepotong pai keju. Tak lama berselang, kawan saya muncul dengan gamis dan jilbab hitamnya. Sweater rajut biru tak lupa dikenakan demi halau dingin dari gerimis yang menyapa. Setelah bersapa sejenak, ia segera menuju meja kasir untuk memesan. Sepotong kue red-velvet bersama