Langsung ke konten utama

Result and Reunion Show Indonesian Idol 2020 : Penentuan Diva Indonesia Masa Depan





Gelaran pamungkas Indonesian Idol begitu meriah malam tadi. Kejutan demi kejutan dihadirkan, semua penampilan terbaik disuguhkan.

Dua grand-finalis, Lyodra dan Tiara kembali bertemu dengan ke-13 sahabat mereka. Beberapa bintang tamu pun didapuk berkolaborasi dengan mereka berdua. Sebut saja Noah, Nella Kharisma, Saykoji, Lea Simanjuntak, juga J-Flow.

*




Diawali duet menyentuh dari Lyodra dan Tiara dalam lagu milik Andy Grammar, Don't Give Up on Me. Saat bernyanyi, mereka sempat pula berinteraksi dengan orangtua masing-masing.




Noah menjadi penampil berikutnya. Membawakan tembang Jalani Mimpi bersama Lyodra dan Tiara. Teriakan kaum hawa tak henti terdengar saat menyaksikan interaksi Ariel dengan dua gadis cantik ini.




Tiara berkolaborasi dengan Nella Kharisma dan Saykoji, membawakan salah satu hits milik Didi Kempot, Pamer Bojo. Sementara itu, Lyodra yang berasal dari Medan menyanyikan dua lagu Batak, yakni Biring Manggis dan Sik Sik Batumanikam.




Ada pula Rizky Febian. Solois yang populer berkat tembang Kesempurnaan Cinta ini berduet dengan Ziva dalam lagu Berpisah itu Mudah.

*

Kembalinya Bunga Citra Lestari sebagai salah satu juri pun turut menarik perhatian. Saya terenyuh melihat BCL yang tak seceria biasanya. Dia lebih banyak diam dengan raut wajah sendu.




Walaupun akhirnya ia sempat tertawa karena jenakanya tingkah Ari Lasso dan Anang, airmatanya berderai lagi saat Judika menyanyikan tembang yang bertajuk Tak Mungkin Bersama. Tentu saja, lagu yang sarat akan perihnya kehilangan ini membawa memorinya pada almarhum Ashraf Sinclair.

*




Selain penampilan kolaborasi, pada Result and Reunion kemarin, Lyodra dan Tiara juga bernyanyi solo. Lyodra membawakan tembang dari Jennifer Holliday, And I'm Telling You I'm Not Going. Ternyata, lagu ini pernah ia nyanyikan saat tergabung dalam grup Di Atas Rata-Rata bentukan Erwin dan Gita Gutawa. Saat itu, Lyodra baru berusia 11 tahun.




Sedangkan gadis asal Jember, Tiara, menyuguhkan I Surrender, sebuah hits dari Celine Dion. Tiara pun pernah membawakan lagu ini saat mengikuti lomba di Jember. Penampilannya ini menghasilkan lima standing ovation dari para juri.

*

Jelang pengumuman pemenang, ada penampilan menyentuh dari ke-15 finalis Idol dengan kelima juri. Mereka membawakan Semua untuk Cinta, yang merupakan lagu kemenangan mendiang Mike Mohede pada Indonesian Idol tahun 2005 lalu.




Ari Lasso, Judika, BCL, dan Anang bernyanyi, sementara Maia Estianty berada di balik grand-piano hitamnya. Mendengarkan lagu ini, semua larut dalam keharuan mendalam.

*




Tibalah saat yang paling mendebarkan. Siapakah diva masa depan Indonesia berikutnya? Lyodra dan Tiara berdiri bersebelahan di panggung sambil bergandeng tangan. Mereka berdua dan seisi studio deg-degan menanti Daniel membacakan hasil voting.




Dan seperti yang telah saya prediksikan sebelumnya, Lyodra-lah juaranya. Meski menjagokan Tiara, tapi bagi saya Lyodra pun layak jadi juara. Dia telah banyak mengikuti ajang pencarian bakat dan menjuarai festival musik internasional di Italia. Bahkan, dia pernah memperoleh penghargaan AMI Awards 2017 untuk kategori Duo/Grup/Grup Vokal/Kolaborasi Anak-Anak Terbaik.

*

Usai penyerahan hadiah berupa uang tunai ratusan juta dan satu unit mobil, Lyodra pun menyenandungkan lagu kemenangannya. Berjudul Gemintang Hatiku, ciptaan tiga musisi muda Laleilmanino.

Lale dan Ilman adalah personel band Maliq & D'Essentials, sedangkan Nino adalah personel grup RAN. Laleilmanino pun telah dianugerahi piala AMI tahun lalu, berkat lagu ciptaan mereka untuk Marion Jola.




Rupanya, masih ada kejutan lagi sebelum closing title. Sebuah videoklip dari ke-15 finalis. Mereka meng-cover lagu karya Fiersa Besari, Pelukku untuk Pelikmu.

Sungguh, saya tak menyangka Fiersa jadi makin tersohor begini. Usai jadi pengisi soundtrack film Imperfect, lalu dapat predikat Solois Pria Terbaik versi Billboard Indonesia, dan kini lagunya pun menggema di ajang pencarian bakat. Ini benar-benar contoh nyata dari ungkapan dream comes true.

*






Akhirnya, selamat untuk Lyly dan Titi. Hadirnya kalian berdua makin memperkaya warna pelangi musik Indonesia. Saya tunggu lagu-lagu terbaik kalian selanjutnya![]

3 Maret 2020
Adinda RD Kinasih

Nb. Untuk mendengarkan Gemintang Hatiku versi Lyodra, klik di sini.

Untuk mendengarkan Gemintang Hatiku versi Tiara, klik di sini.

Sumber Gambar:
Screen captured of Instagram @indonesianidolid dan @ari_lasso

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Empat Tanggal di Agustus (2)

Maaf, baru hari ini saya meneruskan catatan ini. Empat tanggal di bulan lalu masih berlanjut. Di bagian kedua ini, tanggal istimewanya adalah Rabu, 5 Agustus 2020. Masih seputar konser virtual, kali ini diselenggarakan oleh kanal YouTube Halaman Musik Rieka Roslan . Siapa yang tak kenal Rieka Roslan? Salah satu vokalis  band The Groove ini juga menjadi solois dan pelatih vokal untuk para peserta di sebuah ajang pencarian bakat. * Menuju puncak, gemilang cahaya Mengukir cita seindah asa Menuju puncak, impian di hati Bersatu janji kawan sejati Pasti berjaya di Akademi Fantasi... Masih ingat lagu ini? Ya, di medio 2003-2006, lagu ini terputar di sebuah stasiun teve setiap minggunya.  Ya, inilah Akademi Fantasi Indosiar (AFI). Saya adalah salah satu penonton setia ajang pencarian bakat ini kala itu. Sejak musim pertama hingga keempat, saya selalu punya jagoan masing-masing. * Di musim pertama, jagoan saya adalah Dicky (Surabaya), Romi (Bandung), Kia (Jakarta), Rini (Jakarta), da

Setiap Keberuntungan Punya Pemiliknya Masing-Masing

2 Juni 2018. Tanggal yang mungkin takkan pernah saya lupa seumur hidup saya. Mengapa? Tak perlu saya tuliskan lagi di sini, sebab semua sudah saya abadikan pada sejumlah tulisan, juga cerita lisan yang diulang-ulang. Namun, tanggal itu pulalah yang membuat batin saya campur-aduk. Gembira, bersyukur, tak menyangka, sekaligus menyesal dan merasa tinggi hati. *** Ya, sesaat saya merasa telah menyombongkan diri. Pertemuan tak terduga dengan penulis itu memang istimewa; tapi mungkin opini itu hanya berlaku untuk saya dan segelintir orang saja. Sisanya? Tak menutup kemungkinan, ada yang memendam iri, lalu bertumbuh jadi prasangka dan benci. *** Belakangan saya sadar, pertemuan itu hanya sebagian kecil dari "keberuntungan" saja. Lalu apa manfaatnya mengulang-ulang cerita yang telah diunggah ke tiga situs berbeda? Saya merasa bersalah. Memang tak ada salahnya membagi berita bahagia di segala macam sosial media. Tapi saya lupa, jika tak semua orang ikut senang dengan berita bahagia ya

Cerita Kedai Kopi (4) - Sade : Teh dan Kopi

Rasa penasaran saya akan tempat ini berawal dari sebuah akun Instagram. @sade.blt namanya. Hanya ada sebuah foto di daftar postingannya, bertuliskan "coming soon." Akhirnya, rasa penasaran itu berakhir pada Senin, di ujung Nopember. Tempat ini merayakan buka perdananya. Seluruh menu bisa dinikmati dengan 10 ribu rupiah saja. Saya tiba di sana tatkala malam hampir menggantikan senja. Senyum terbit di balik masker, seiring Mbak Na yang berdiri menyambut. Menunjukkan kursi kosong untuk saya tempati, juga sodorkan buku menu. Tadinya saya enggan memesan lebih dulu, namun kemudian mata saya tertarik pada menu bernama Nob-Nob . Ya, secangkir espresso hangat. Untuk camilannya, saya menjatuhkan pilihan pada sepotong pai keju. Tak lama berselang, kawan saya muncul dengan gamis dan jilbab hitamnya. Sweater rajut biru tak lupa dikenakan demi halau dingin dari gerimis yang menyapa. Setelah bersapa sejenak, ia segera menuju meja kasir untuk memesan. Sepotong kue red-velvet bersama