Langsung ke konten utama

Kata Mereka, Celoteh Saya (1) - Ajeng Nur Indah Sari

"Dinda itu inspiratif, selalu dipenuhi hal positif, selalu bersyukur, dan suka berteman. Tapi masih mudah dipengaruhi dalam beberapa hal."
-Ajeng


Saya tidak mungkin lupa sosok gadis hitam manis berkepang satu itu. Sapa dan senyum ramahnya begitu membekas di ingatan, meski ia tak terlalu menghabiskan banyak waktu di kota ini.



Kami dipertemukan oleh sebuah sekolah yang sama, di masa Sekolah Dasar. Saat itu, dia cukup sering main ke rumah saya. Meski akhirnya ketika kenaikan kelas 2, dia harus pindah sekolah ke Jakarta.

*

Tak diduga, jumpa kembali saya dengan teman-teman di SD saat Lebaran 2012 lalu, turut membawa cerita tentangnya. Dan akhirnya, di bulan Desember 2013, Ajeng benar-benar datang ke rumah saya bersama teman-teman yang lain. Tak disangka, ia makin cantik saja. Seharian itu kami bersama-sama pergi ke sejumlah tempat, sejak pagi hingga malam.




Tak lama selepas pertemuan itu, dia menikah. Ada dua teman SD saya yang menuju Bekasi demi dapat hadir di hari bahagianya itu. Sedangkan saya, harus cukup puas mengirim voice note yang berisi ucapan selamat.




*

Hingga kini, kami masih sering ngobrol lewat media sosial. Banyak cerita yang kami bagikan. Kebanyakan seputar keseharian, atau putra kecil Ajeng yang bernama Dylan. Tak disangka, ibu muda cantik ini pun berbakat menggambar dan mendesain. Ada sebuah akun Instagram yang khusus memuat karya-karyanya.




Kabar terbaru yang saya dengar, akhir tahun ini Ajeng akan main ke Surabaya, dan juga menyempatkan diri ke Blitar. Wah, semoga kami bisa berjumpa lagi nanti.

*
Tiga hal yang bisa saya katakan tentang Ajeng adalah cantik, bermental baja, dan berbakat. Sehat dan sukses selalu ya, Jeng. Lanjutkan terus hobi menggambarmu.[]

18 Nopember 2019
Adinda RD Kinasih


Sumber gambar: dok. pribadi dan Ajeng.



loading...


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Empat Tanggal di Agustus (2)

Maaf, baru hari ini saya meneruskan catatan ini. Empat tanggal di bulan lalu masih berlanjut. Di bagian kedua ini, tanggal istimewanya adalah Rabu, 5 Agustus 2020. Masih seputar konser virtual, kali ini diselenggarakan oleh kanal YouTube Halaman Musik Rieka Roslan . Siapa yang tak kenal Rieka Roslan? Salah satu vokalis  band The Groove ini juga menjadi solois dan pelatih vokal untuk para peserta di sebuah ajang pencarian bakat. * Menuju puncak, gemilang cahaya Mengukir cita seindah asa Menuju puncak, impian di hati Bersatu janji kawan sejati Pasti berjaya di Akademi Fantasi... Masih ingat lagu ini? Ya, di medio 2003-2006, lagu ini terputar di sebuah stasiun teve setiap minggunya.  Ya, inilah Akademi Fantasi Indosiar (AFI). Saya adalah salah satu penonton setia ajang pencarian bakat ini kala itu. Sejak musim pertama hingga keempat, saya selalu punya jagoan masing-masing. * Di musim pertama, jagoan saya adalah Dicky (Surabaya), Romi (Bandung), Kia (Jakarta), Rini (Jakarta), da

Setiap Keberuntungan Punya Pemiliknya Masing-Masing

2 Juni 2018. Tanggal yang mungkin takkan pernah saya lupa seumur hidup saya. Mengapa? Tak perlu saya tuliskan lagi di sini, sebab semua sudah saya abadikan pada sejumlah tulisan, juga cerita lisan yang diulang-ulang. Namun, tanggal itu pulalah yang membuat batin saya campur-aduk. Gembira, bersyukur, tak menyangka, sekaligus menyesal dan merasa tinggi hati. *** Ya, sesaat saya merasa telah menyombongkan diri. Pertemuan tak terduga dengan penulis itu memang istimewa; tapi mungkin opini itu hanya berlaku untuk saya dan segelintir orang saja. Sisanya? Tak menutup kemungkinan, ada yang memendam iri, lalu bertumbuh jadi prasangka dan benci. *** Belakangan saya sadar, pertemuan itu hanya sebagian kecil dari "keberuntungan" saja. Lalu apa manfaatnya mengulang-ulang cerita yang telah diunggah ke tiga situs berbeda? Saya merasa bersalah. Memang tak ada salahnya membagi berita bahagia di segala macam sosial media. Tapi saya lupa, jika tak semua orang ikut senang dengan berita bahagia ya

Cerita Kedai Kopi (4) - Sade : Teh dan Kopi

Rasa penasaran saya akan tempat ini berawal dari sebuah akun Instagram. @sade.blt namanya. Hanya ada sebuah foto di daftar postingannya, bertuliskan "coming soon." Akhirnya, rasa penasaran itu berakhir pada Senin, di ujung Nopember. Tempat ini merayakan buka perdananya. Seluruh menu bisa dinikmati dengan 10 ribu rupiah saja. Saya tiba di sana tatkala malam hampir menggantikan senja. Senyum terbit di balik masker, seiring Mbak Na yang berdiri menyambut. Menunjukkan kursi kosong untuk saya tempati, juga sodorkan buku menu. Tadinya saya enggan memesan lebih dulu, namun kemudian mata saya tertarik pada menu bernama Nob-Nob . Ya, secangkir espresso hangat. Untuk camilannya, saya menjatuhkan pilihan pada sepotong pai keju. Tak lama berselang, kawan saya muncul dengan gamis dan jilbab hitamnya. Sweater rajut biru tak lupa dikenakan demi halau dingin dari gerimis yang menyapa. Setelah bersapa sejenak, ia segera menuju meja kasir untuk memesan. Sepotong kue red-velvet bersama