Langsung ke konten utama

Grand Final Indonesian Idol 2018 :  Adu Suara Abdul dan Maria

Malam tadi, Grand Final Indonesian Idol digelar. Berbeda dengan biasanya, lokasi perhelatan kali ini di E Convention Ancol. Inilah saat pertarungan bakat Abdul dan Maria demi memikat hati pemirsa Indonesia.

Dalam perhelatan kali ini, Abdul dan Maria tak hanya tampil solo. Mereka juga akan berkolaborasi dengan dua musisi hebat, yakni Yovie Widianto dan Jevin Julian.

***

Acara dibuka dengan lagu tema Idola Indonesia, yang dinyanyikan kedua Grand Finalist berkolaborasi dengan beberapa alumni Indonesian Idol. Diantaranya Ihsan, Rinni, Citra, Regina, dan Nowela.

Segera setelah itu, suara khas Abdul menggema dengan lagu Fix You. Sorak sorai penonton tak terelakkan, karena akhirnya Abdul membawakan lagu yang banyak di-request warganet. Seperti minggu sebelumnya, peforma ini mendapat standing ovation dari juri.

Disusul Maria, yang menyanyikan My Heart Will Go On. Berbeda dengan biasanya, kali ini juri tidak memberikan standing ovation. Baru, saat ia membawakan sebait Listen dari Beyonce yang di-request para fansnya, kelima juri kompak berdiri.

***

Memasuki segmen dua, kemunculan pentolan Kahitna Yovie Widianto sukses menyita perhatian. Di balik piano, terlebih dulu ia mengalunkan overture beberapa lagu hits ciptaannya. Suasana makin meriah saat Abdul muncul dan menyenandungkan Peri Cintaku dan Suratku secara mashed-up. Disusul Maria, yang me-mashed-up Mantan Terindah dan Bukan Untukku.

Penampilan mereka berdua mendapat komentar yang agak berbeda. Abdul dinilai harus lebih mempelajari lagi lagu-lagu Indonesia, sedangkan Maria mendapat pujian seperti biasa.

Di ujung segmen dua, Daniel menantang Yovie menciptakan lagu dari beberapa kata yang disebutkan juri dan penonton. Ada kata juara, idola, keren, juga nada fa, sol, dan la. Tak ketinggalan, Daniel menyebutkan kata kudanil sebagai pelengkap. Tak ayal, semua yang di panggung tertawa. Yovie pun menyanggupi, dan meminta waktu beberapa saat di belakang panggung.

***

Segmen selanjutnya, dibuka dengan para alumni Indonesian Idol terdahulu yang membawakan sejumlah lagu secara bergantian. Disambung Citra Scholastika yang menyanyikan single terbarunya.

Kemudian, tibalah giliran Abdul dan Maria berkolaborasi dengan Jevin Julian. DJ dan komposer muda yang dikenal lewat grup Soundwave bersama Rinni ini mengaransemen Risalah Hati yang dibawakan Maria, dan Cobalah Mengerti yang dinyanyikan Abdul.

***

Yovie Widianto kembali tampil, kali ini bersama para alumni Idol. Mereka menyanyikan lagu Kemenangan Hati ciptaan Yovie, yang dulu sempat dinyanyikan Dirly dan Ghea.

Selepas penampilan kolaborasi itu, Yovie melunasi "hutang" menciptakan lagu tadi. Bersama BCL di atas panggung, alunan piano, suara merdu, dan lirik indah berpadu. Kata kudanil sedikit diubah menjadi "A(ku) (dan) h(il)angnya". Berikut adalah lirik lagu dadakan ciptaan Yovie selengkapnya, yang tak diketahui persis judulnya.

Dulu aku tak bisa lari
Dari kenyataan yang ada
Dia pergi, dia lukai hati ini
Aku harus rela

Aku dan hilangnya kekasih hanya jadi
Cerita lama hati yang telah lalu
Kini telah kutemukan kasih yang terindah
Kau keren, kau juara, kau idola hati terkasih

***

Jangan dulu beranjak, karena Abdul dan Maria kembali tampil membawakan lagu baru. Bertajuk Yang Terbaik, ciptaan Abdul The Coffee Theory.

Aransemen Maria dibuat grande dan sarat orkestrasi, sementara Abdul menyanyikannya dengan musik yang terdengar ringan dan lebih nge-band. Penampilan mereka kembali membuahkan standing ovation juri.

Nanti, lagu ini akan dibawakan oleh pemenang Indonesian Idol di babak Result Show.

***

Menutup pagelaran malam itu, Abdul dan Maria tampil berduet dengan lagu Rise dari Katy Perry.

Siapakah juaranya? Siapa pun itu, yang pasti, Abdul dan Maria serta para finalis lainnya telah menambah warna baru di pelangi musik Indonesia.

Nantikan jawabannya di babak Result and Reunion Show pekan depan.[]

17 April 2018
Adinda RD Kinasih

Foto diambil dari Instagram: @indonesianidolid, @armandmaulana04, dan @ari_lasso

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Empat Tanggal di Agustus (2)

Maaf, baru hari ini saya meneruskan catatan ini. Empat tanggal di bulan lalu masih berlanjut. Di bagian kedua ini, tanggal istimewanya adalah Rabu, 5 Agustus 2020. Masih seputar konser virtual, kali ini diselenggarakan oleh kanal YouTube Halaman Musik Rieka Roslan . Siapa yang tak kenal Rieka Roslan? Salah satu vokalis  band The Groove ini juga menjadi solois dan pelatih vokal untuk para peserta di sebuah ajang pencarian bakat. * Menuju puncak, gemilang cahaya Mengukir cita seindah asa Menuju puncak, impian di hati Bersatu janji kawan sejati Pasti berjaya di Akademi Fantasi... Masih ingat lagu ini? Ya, di medio 2003-2006, lagu ini terputar di sebuah stasiun teve setiap minggunya.  Ya, inilah Akademi Fantasi Indosiar (AFI). Saya adalah salah satu penonton setia ajang pencarian bakat ini kala itu. Sejak musim pertama hingga keempat, saya selalu punya jagoan masing-masing. * Di musim pertama, jagoan saya adalah Dicky (Surabaya), Romi (Bandung), Kia (Jakarta), Rini (Jakarta), da

Setiap Keberuntungan Punya Pemiliknya Masing-Masing

2 Juni 2018. Tanggal yang mungkin takkan pernah saya lupa seumur hidup saya. Mengapa? Tak perlu saya tuliskan lagi di sini, sebab semua sudah saya abadikan pada sejumlah tulisan, juga cerita lisan yang diulang-ulang. Namun, tanggal itu pulalah yang membuat batin saya campur-aduk. Gembira, bersyukur, tak menyangka, sekaligus menyesal dan merasa tinggi hati. *** Ya, sesaat saya merasa telah menyombongkan diri. Pertemuan tak terduga dengan penulis itu memang istimewa; tapi mungkin opini itu hanya berlaku untuk saya dan segelintir orang saja. Sisanya? Tak menutup kemungkinan, ada yang memendam iri, lalu bertumbuh jadi prasangka dan benci. *** Belakangan saya sadar, pertemuan itu hanya sebagian kecil dari "keberuntungan" saja. Lalu apa manfaatnya mengulang-ulang cerita yang telah diunggah ke tiga situs berbeda? Saya merasa bersalah. Memang tak ada salahnya membagi berita bahagia di segala macam sosial media. Tapi saya lupa, jika tak semua orang ikut senang dengan berita bahagia ya

Cerita Kedai Kopi (4) - Sade : Teh dan Kopi

Rasa penasaran saya akan tempat ini berawal dari sebuah akun Instagram. @sade.blt namanya. Hanya ada sebuah foto di daftar postingannya, bertuliskan "coming soon." Akhirnya, rasa penasaran itu berakhir pada Senin, di ujung Nopember. Tempat ini merayakan buka perdananya. Seluruh menu bisa dinikmati dengan 10 ribu rupiah saja. Saya tiba di sana tatkala malam hampir menggantikan senja. Senyum terbit di balik masker, seiring Mbak Na yang berdiri menyambut. Menunjukkan kursi kosong untuk saya tempati, juga sodorkan buku menu. Tadinya saya enggan memesan lebih dulu, namun kemudian mata saya tertarik pada menu bernama Nob-Nob . Ya, secangkir espresso hangat. Untuk camilannya, saya menjatuhkan pilihan pada sepotong pai keju. Tak lama berselang, kawan saya muncul dengan gamis dan jilbab hitamnya. Sweater rajut biru tak lupa dikenakan demi halau dingin dari gerimis yang menyapa. Setelah bersapa sejenak, ia segera menuju meja kasir untuk memesan. Sepotong kue red-velvet bersama