Langsung ke konten utama

Menyatunya Duo 17 Februari



Tetaplah bersamaku, jadi teman hidupku

Berdua kita hadapi dunia

Kau milikku milikmu, kita satukan tuju

Bersama arungi derasnya waktu

Kau milikku, ku milikmu…

-Teman Hidup, Tulus-



Mengejutkan! Itulah kata pertama yang melintas di benak saya saat pertama kali melihat senyum malu-malu mereka di sebuah acara musik pagi, yang biasa dipandu host pria kenamaan itu. Benarkah kini dia sedang dekat dengan wanita manis berambut panjang itu?



Rasanya tidak bisa dipercaya. Selama ini, lelaki Sunda itu terkenal dengan imej playboy-nya. Sederet nama artis yang pernah singgah di hatinya mungkin masih melekat di benak khalayak. Dan kini, benarkah hati sang lelaki tertambat pada wanita itu? Yang itu?

*

Raffi Farid Ahmad. Siapa yang tak kenal? Mungkin telah banyak dikisahkan dalam media cetak dan elektronik, bahwa ia mengawali karir sejak SMP, dengan menjadi cover boy, lalu merambah ke dunia seni peran, sempat pula menjajal dunia tarik suara, kemudian presenter, hingga saat ini. Saya ingat, sinetron pertama Raffi yang saya tonton adalah Tikus dan Kucing Mencari Cinta, kemudian berlanjut pada Aku Ingin Hidup, Olivia, Dimas dan Raka, Buku Harian Baim, dan Putri Nomor Satu. Film-filmnya pun ada beberapa yang saya tahu, diantaranya Bukan Bintang Biasa, Love is Cinta, dan Rumah Tanpa Jendela.



Sebagai artis yang makin hari makin berkibar namanya, Raffi pun sering digosipkan menjalin cinta dengan beberapa wanita. Sebut saja, Laudya Chintya Bella, Tyas Mirasih, Velove Vexia, Bunga Zainal, Ratna Galih, dan yang paling mencengangkan adalah Yuni Shara.

Namun kemudian, sederetan artis tadi tak bisa bertahan lama dengan salah satu personil grup BBB itu.

*

Nagita Slavina Mariana Tengker, yang lebih familiar disapa Gigi ini pertama kali saya kenal lewat suara merdunya, saat berduet dengan Afgan dalam lagu Yang Kutahu Cinta Itu Indah, salah satu tembang di album pertama Afgan, Confession No.1. Dulu, saya kira suara merdu dalam lagu itu adalah milik Gita Gutawa, karena memang terdengar mirip. Mungkin tak banyak orang tahu lagu ini, karena memang tak dijadikan single.



Sama seperti Raffi, saya menonton akting Gigi pertama kali dalam sinetron Tikus dan Kucing Mencari Cinta, juga  Di Sini Ada Setan. Selebihnya, saya tak tahu lagi, malah yang hingga kini masih saya temukan, adalah namanya yang tercantum dalam opening title sebuah FTV, sebagai salah satu kru. Ya, keluarga Gigi memang mempunyai sebuah production house.

Berbeda dengan Raffi, sebagai artis, sangat jarang ada gosip tentang Gigi.

*

Ku tak pernah mimpikan ini, bertemu denganmu tak terbayang

Ku yakin Tuhan mau. kita bersatu dalam realita

Mengakhiri semua drama, drama selama ini dan untuk sekarang

Akulah realita cintamu, sekarang dan untuk selama-lamanya

Kamu dan aku satu, sampai bumi tak bundar lagi…

-Realita Cinta, Nagita Slavina-



17 Oktober 2014. Seharian penuh TransTV meliput prosesi akad nikah pasangan ini. Jujur, saya masih tak percaya jika akhirnya Raffi Ahmad, si 17 Februari 1987 itu menikah, dan dengan seorang Nagita Slavina, si 17 Februari 1988, yang sama sekali tak pernah diberitakan dekat dengannya, meski telah saling mengenal sejak lama. Bagi saya, Nagita adalah artis yang “beda”. Dia tak suka membuat sensasi, juga tergolong sederhana.

*

Berlanjut pada 19 Oktober, saat resepsi akbar pasangan beda usia setahun ini disiarkan langsung di RCTI. Berlokasi di sebuah hotel mewah, dengan enamribu lebih tamu undangan, yang sebagian besar adalah artis ternama Indonesia, juga beberapa pejabat. Tak ketinggalan, sederet musisi juga turut hadir. Mulai dari Kahitna, Gigi, Sheila on 7, Vidi Aldiano, Dewi Gita, Syahrini, dan banyak lagi.



Tapi, sesungguhnya saya kurang suka dengan konsep siaran langsung ini, karena terlalu banyak wawancara yang tidak penting, juga durasi iklan yang terlalu lama. Yang membuat saya terus menonton, adalah karena penampilan Kahitna, Gigi, dan Sheila on 7, juga karena kekocakan Nagita dan Raffi.

*

Perhelatan akbar itu masih disambung pada 25 Oktober kemarin. Kali ini bertempat di Bali, dengan kurang lebih duaratus undangan. Penampil dalam resepsi ini tak kalah keren, mulai dari Dewa 19, lengkap dengan para vokalisnya dulu, Ari Lasso dan Once, juga Potret Band milik Melly Goeslaw dan Anto Hoed. Wah, saya semakin bersemangat menontonnya, karena bisa sekalian bernostalgia dengan Dewa 19 dan Potret, dengan lagu-lagu mereka yang everlasting. Tak ketinggalan, Nagita menyanyikan tembang Realita Cinta-nya, juga berduet dengan sang suami dalam lagu Kamulah Takdirku.

*

Buat apalah susah cari ke sana ke sini

Sudah di depan mata kamulah takdirku

Tuhan ciptakan aku, Tuhan ciptakan kamu

Kita berdua diijinkan bersama tuk bersatu, selamanya

Kamulah takdirku….

-Kamulah Takdirku, Nagita & Raffi-



Kini, duo 17 Februari itu telah menyatu. Terlepas dari anggapan bahwa pernikahan itu termegah tahun ini, hingga menghabiskan puluhan milyar, tetap terselip seuntai doa, semoga pernikahan ini yang pertama dan terakhir untuk mereka, benar-benar sebuah realita, seperti yang tertulis dalam tembang Nagita Slavina itu.



Selamat menempuh hidup baru, Nagita Slavina dan Raffi Ahmad. Kalian juga menjadi pasangan favorit saya, setelah Anto Hoed-Melly Goeslaw, Armand Maulana-Dewi Gita, Rio Dewanto-Atiqah Hasiholan, Vino G. Bastian-Marsha Timothy, Oki Setiana Dewi-Ory Vitrio, Dude Harlino-Alyssa Soebandono, dan Ustadz Riza Muhammad-Indri Giana. Hehehe….



Happy wedding the Duo 17 February, hope this will be everlasting!

26 Oktober 2014

Adinda Dara




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Empat Tanggal di Agustus (2)

Maaf, baru hari ini saya meneruskan catatan ini. Empat tanggal di bulan lalu masih berlanjut. Di bagian kedua ini, tanggal istimewanya adalah Rabu, 5 Agustus 2020. Masih seputar konser virtual, kali ini diselenggarakan oleh kanal YouTube Halaman Musik Rieka Roslan . Siapa yang tak kenal Rieka Roslan? Salah satu vokalis  band The Groove ini juga menjadi solois dan pelatih vokal untuk para peserta di sebuah ajang pencarian bakat. * Menuju puncak, gemilang cahaya Mengukir cita seindah asa Menuju puncak, impian di hati Bersatu janji kawan sejati Pasti berjaya di Akademi Fantasi... Masih ingat lagu ini? Ya, di medio 2003-2006, lagu ini terputar di sebuah stasiun teve setiap minggunya.  Ya, inilah Akademi Fantasi Indosiar (AFI). Saya adalah salah satu penonton setia ajang pencarian bakat ini kala itu. Sejak musim pertama hingga keempat, saya selalu punya jagoan masing-masing. * Di musim pertama, jagoan saya adalah Dicky (Surabaya), Romi (Bandung), Kia (Jakarta), Rini (Jakarta), da

Setiap Keberuntungan Punya Pemiliknya Masing-Masing

2 Juni 2018. Tanggal yang mungkin takkan pernah saya lupa seumur hidup saya. Mengapa? Tak perlu saya tuliskan lagi di sini, sebab semua sudah saya abadikan pada sejumlah tulisan, juga cerita lisan yang diulang-ulang. Namun, tanggal itu pulalah yang membuat batin saya campur-aduk. Gembira, bersyukur, tak menyangka, sekaligus menyesal dan merasa tinggi hati. *** Ya, sesaat saya merasa telah menyombongkan diri. Pertemuan tak terduga dengan penulis itu memang istimewa; tapi mungkin opini itu hanya berlaku untuk saya dan segelintir orang saja. Sisanya? Tak menutup kemungkinan, ada yang memendam iri, lalu bertumbuh jadi prasangka dan benci. *** Belakangan saya sadar, pertemuan itu hanya sebagian kecil dari "keberuntungan" saja. Lalu apa manfaatnya mengulang-ulang cerita yang telah diunggah ke tiga situs berbeda? Saya merasa bersalah. Memang tak ada salahnya membagi berita bahagia di segala macam sosial media. Tapi saya lupa, jika tak semua orang ikut senang dengan berita bahagia ya

Cerita Kedai Kopi (4) - Sade : Teh dan Kopi

Rasa penasaran saya akan tempat ini berawal dari sebuah akun Instagram. @sade.blt namanya. Hanya ada sebuah foto di daftar postingannya, bertuliskan "coming soon." Akhirnya, rasa penasaran itu berakhir pada Senin, di ujung Nopember. Tempat ini merayakan buka perdananya. Seluruh menu bisa dinikmati dengan 10 ribu rupiah saja. Saya tiba di sana tatkala malam hampir menggantikan senja. Senyum terbit di balik masker, seiring Mbak Na yang berdiri menyambut. Menunjukkan kursi kosong untuk saya tempati, juga sodorkan buku menu. Tadinya saya enggan memesan lebih dulu, namun kemudian mata saya tertarik pada menu bernama Nob-Nob . Ya, secangkir espresso hangat. Untuk camilannya, saya menjatuhkan pilihan pada sepotong pai keju. Tak lama berselang, kawan saya muncul dengan gamis dan jilbab hitamnya. Sweater rajut biru tak lupa dikenakan demi halau dingin dari gerimis yang menyapa. Setelah bersapa sejenak, ia segera menuju meja kasir untuk memesan. Sepotong kue red-velvet bersama