Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2014

Ketahuilah, Kamu Belum Hilang dari Sini

Tengah malam memuram. Mata makin menajam, belum jua ingin memejam.  Kubuka teras maya berdominasi putih biru dengan banyak tulisan itu, menelitinya sekilas-kilas dalam lekas. Tetiba, sepasang mataku terhenti di sebingkai potret mesra, dan seketika ia menggurat lara.  Lalu, kejut menyambut, bersama sebaris ucapan selamat bernada riang, yang makin buatku tercengang. Benarkah yang ditangkap mata ini? Kuyakinkan bahwa sepasang indera itu masih awas, masih jelas.  Ya, berarti ini bukan dusta. Tapi entah mengapa, aku tak terlalu percaya. Memang, kamu sendiri pun telah lama tak tersapa. Kalau kamu kira aku sudah bosan, sudah enggan, kamu salah duga.  Kamu masih ada di sini, meski aku sudah jarang menghampiri. Kamu belum hilang dari sini, meski aku tak selalu kembali.  Ketahuilah, jika rindu menyapa sewaktu-waktu, aku datang padamu. Bukan dengan langkah kaki, tapi lewat hati. Bukan dengan lambai tangan, tapi cukup lewat alunan. Alunanmu masih tetap ada di luar kepala, efek terlalu seringnya d

Menyatunya Duo 17 Februari

Tetaplah bersamaku, jadi teman hidupku Berdua kita hadapi dunia Kau milikku milikmu, kita satukan tuju Bersama arungi derasnya waktu Kau milikku, ku milikmu… -Teman Hidup, Tulus- Mengejutkan! Itulah kata pertama yang melintas di benak saya saat pertama kali melihat senyum malu-malu mereka di sebuah acara musik pagi, yang biasa dipandu host pria kenamaan itu. Benarkah kini dia sedang dekat dengan wanita manis berambut panjang itu? Rasanya tidak bisa dipercaya. Selama ini, lelaki Sunda itu terkenal dengan imej playboy- nya. Sederet nama artis yang pernah singgah di hatinya mungkin masih melekat di benak khalayak. Dan kini, benarkah hati sang lelaki tertambat pada wanita itu? Yang itu? * Raffi Farid Ahmad. Siapa yang tak kenal? Mungkin telah banyak dikisahkan dalam media cetak dan elektronik, bahwa ia mengawali karir sejak SMP, dengan menjadi cover boy, lalu merambah ke dunia seni peran, sempat pula menjajal dunia tarik suara, kemudian presenter, hingga saat ini. Saya ingat, s

Coretan Si Anak Magang (6)

29 September ini adalah hari pertama saya memasuki Layanan Nonbuku, tepatnya Museum Perpustakaan Proklamator Bung Karno. Layanan yang buka sejak jam tujuh pagi ini, berisi beragam lukisan, foto, dan barang peninggalan Bung Karno.  Saya berkenalan dengan tiga petugas di layanan ini, Bu Anna, Mas Friska, dan Mas Minoz. Saya juga beberapa kali bersalamsapa dengan Mas Yanuar dan Mas Aji, petugas di Layanan Koleksi Khusus Bung Karno. Layanan Koleksi Khusus ini memang berada tepat di atas Galeri. Mas Minoz. Sejak awal mendengar nama lelaki berambut agak keriting ini, rasanya saya ingin tertawa. Namanya unik juga. Saya sempat berpikir, bahwa nama itu hanya sebuah julukan, tapi menurut Bu Anna, nama aslinya memang Mas Minoz, lengkapnya, Minoz Suprastyono. # Tugas utama dalam layanan ini adalah memberikan informasi dan memandu pengunjung yang ingin melihat-lihat koleksi di galeri ini, yang terdiri dari lukisan, foto, miniatur, barang-barang pribadi Bung Karno, seperti jas, peti, juga uang kert